Surabaya — Politeknik Penerbangan Surabaya melaksanakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ 1447 Hijriah sebagai bentuk pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini mengusung tema “Hikmah Isra Mi’raj dalam Menegakkan Salat Lima Waktu” dan menghadirkan penceramah KH. Ali Misbahul Munir.

Peringatan Isra Mi’raj ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran sivitas akademika akan pentingnya salat lima waktu sebagai kewajiban utama seorang muslim. Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar dalam sejarah Islam yang menjadi tonggak ditetapkannya perintah salat, sehingga peringatannya diharapkan mampu memperkuat keimanan dan ketakwaan, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi penerbangan.

Dalam tausiyahnya, KH. Ali Misbahul Munir menyampaikan bahwa salat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Salat juga menjadi sumber ketenangan, penguat akhlak, serta pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman yang baik tentang hikmah Isra Mi’raj, diharapkan kualitas salat dapat terus ditingkatkan, baik dari segi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun pemaknaan ibadah.

Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh taruna, taruni, serta seluruh sivitas akademika Politeknik Penerbangan Surabaya. Selain sebagai sarana refleksi spiritual, peringatan Isra Mi’raj juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan nilai religius dalam kehidupan kampus.

Politeknik Penerbangan Surabaya secara konsisten berkomitmen untuk menyeimbangkan pembinaan akademik, kedisiplinan, dan spiritualitas. Melalui kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan seluruh sivitas akademika dapat membentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

SALAM PROPRESTASI