SURABAYA — Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya sukses menggelar dua agenda ilmiah unggulan, yakni Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan (SNITP) ke-10 dan The 5th International Conference on Advanced Transportation, Engineering and Applied Social Science (ICATEAS) 2026. Kegiatan berskala nasional dan internasional ini berlangsung secara hybrid di Gedung Serbaguna Poltekbang Surabaya serta disiarkan secara daring pada Rabu (9/9/2026).
Konferensi dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU), M. Abrar Tuntalanai, yang memberikan keynote speech secara daring, didampingi langsung oleh Direktur Poltekbang Surabaya, Ahmad Bahrawi. Gelaran ini turut didukung penuh oleh Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya dan Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar sebagai co-host.
Mengusung tema kesiapan SDM penerbangan melalui kemitraan vokasi di industri berbasis teknologi, forum ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan era Aviation 4.0 yang ditandai dengan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence), analisis data prediktif, otomatisasi, hingga Virtual Reality (VR). Ditambah lagi, kawasan Asia-Pasifik diproyeksikan membutuhkan lebih dari 1,06 juta profesional penerbangan baru dalam dua dekade mendatang.
Sesi diskusi panel menghadirkan jajaran pakar penerbangan internasional sebagai narasumber, di antaranya Prof. Achim I. Czerny dari The Hong Kong Polytechnic University serta Capt. Kamarul Arifin Bin Othman dari MAB Academy Malaysia.
Selain akademisi mancanegara, forum ini juga menghadirkan pimpinan industri penerbangan nasional, yaitu Novretta Nursetyawati selaku HR Director PT AirAsia Indonesia Tbk dan Setyo Jarnoko selaku Maintenance & Engineering Director Batik Air Indonesia.
Dalam pemaparannya, Novretta Nursetyawati menyoroti pentingnya kepemimpinan dan adaptasi teknologi, dengan menegaskan bahwa keputusan keselamatan tertinggi tetap berada pada human judgment. Ia juga mendorong transformasi program magang menuju problem-based learning. Sementara itu, Setyo Jarnoko menggarisbawahi perlunya kualifikasi T-Shaped Professional pada teknisi perawatan pesawat serta pergeseran kemitraan industri ke arah ekosistem kolaboratif yang mencakup Co-Design, Co-Develop, Co-Train, Co-Assess, hingga Co-Improve.
Secara keseluruhan, gelaran ini diikuti oleh 119 peserta dan pemakalah dari berbagai institusi, seperti Telkom University, Universitas Brawijaya, UNESA, ITERA, hingga AirNav Indonesia, dengan total 117 paper ilmiah yang dipresentasikan.
Direktur Poltekbang Surabaya, Ahmad Bahrawi, berharap diskusi serta kolaborasi yang terjalin dari forum SNITP dan ICATEAS 2026 ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak SDM penerbangan yang unggul, adaptif, dan berkarakter, sekaligus memperkuat ekosistem kompetensi penerbangan yang berkelanjutan di Indonesia.